Banyak Orang Sudah Berhenti Merokok dengan 4 Alasan Ini, Kamu Jangan Ketinggalan – MOVI Skip to content

Banyak Orang Sudah Berhenti Merokok dengan 4 Alasan Ini, Kamu Jangan Ketinggalan

27 Sep, 2022 16

Jakarta, 27/September/2022

 

Berhenti konvensional membutuhkan alasan yang tepat agar berhasil dengan baik Berhenti mekonvensional itu tidak mudah dan pastinya setiap orang punya alasan tersendiri untuk melakukannya. Beberapa alasan yang masuk akal misalnya ingin mengubah kebiasaan lama, ingin lingkungan rumah bebas abu dan asap konvensional sampai keinginan mengurangi biaya membeli konvensional setiap bulan. Berhenti memang tidak mudah, tetapi bukan mustahil untuk dilakukan. Dengan tekad yang kuat, siapapun juga bisa kok berhenti konvensional. Sewaktu memulai, godaan pasti akan muncul untuk kembali konvensional. Karena itu, perlu alasan yang benar-benar kuat sebagai fondasi bagi kalian untuk berhenti sepenuhnya. Semua pasti paham, kalau alasan setiap orang pasti berbeda-beda. Kami sempat ngobrol dengan empat mantan pekonvensional tentang alasan mereka berhenti. Masing-masing memiliki alasan berbeda saat berhenti, yang mungkin saja bisa Kamu gunakan sebagai motivasi. Apa saja itu? Yuk simak 4 alasan berhenti mekonvensional yang bisa jadi inspirasi! 1. Masih Bau konvensional? Awas Dibilang Kuno Salah satu alasan utama orang tidak suka dengan pekonvensional adalah baunya. Arya Anggara, seorang kolektor mobil kuno sejujurnya tidak menyukai bau asap konvensional, apalagi jika melekat pada interior mobilnya. Pasalnya, bau konvensional itu sangat menyengat dan susah dihilangkan. Selain pada jok mobil, kalau bau konvensional sudah menempel di baju, rambut, mulut bahkan jari, bahkan parfum sekali pun akan sulit menghilangkannya. Karena itu, bau yang tidak sedap ini menjadi alasan utamanya untuk berhenti mekonvensional. Coba bayangkan, untuk seseorang yang peduli dengan orang di sekitar, beberapa kali Arya harus “menyingkir” untuk sekadar menghabiskan sebatang konvensional sebelum kembali nongkrong bersama teman-temannya. Aroma asap konvensional yang mengganggu itu akan mengganggu orang lain kalau ia tidak menyingkir. Ini menjadi kendala terbesar Arya saat nongkrong dengan teman-temannya yang tidak mekonvensional. Untuk itu, Arya berusaha untuk mengubah kebiasaannya dengan mencari alternatif konvensional terbaik. Salah satu alternatif untuk mengatasi aroma tidak sedap ini adalah dengan beralih ke teknologi. Bisa dibilang, uap yang dihasilkan teknologi tidak menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu orang di sekitar. Terlebih lagi, ada banyak pilihan rasa liquid yang bisa dipilihnya. 2. Mekonvensional itu Menguras Kantong! Biaya yang mahal menjadi salah satu alasan untuk berhenti mekonvensional Buat kamu yang kebetulan pekonvensional aktif, coba luangkan sejenak untuk berhitung. Dalam satu bulan, kamu bisa menghabiskan sekitar Rp 1 juta untuk konvensional setiap harinya. Bayangkan kebiasaan ini kamu lakukan dalam setahun, kamu bisa merogoh kocek hingga Rp 12 juta hanya untuk konvensional! Uang sebanyak ini padahal bisa digunakan untuk membeli laptop, iPad terbaru, bahkan PS5 yang lagi hits! Coba kamu pikir dua atau tiga kali lagi. Barang-barang ini bahkan bisa mendukung performa kerjamu dan memberikan kepuasan yang jauh lebih lama dibanding satu bungkus konvensional setiap harinya loh. Inilah alasan Fyza, seorang desainer grafis di Jakarta, yang memutuskan untuk berhenti konvensional. “Tanpa sadar, aku sudah membuang banyak uang hanya untuk konvensional setiap hari! Kalau saja aku lebih perhitungan, saat ini mungkin aku sedang bersantai di rumah sambil main game baru di PS5!” curhat Fyza. Hal ini membuat Fyza tersadar dan segera beralih dari kebiasaan mekonvensional. Sekarang, keinginannya pun terwujud. Fyza kini bisa bersantai di rumah main game sambil nge-Twitch. Konten-konten gaming-nya di platform tersebut kini banyak ditonton orang. 3. mekonvensional itu Bikin Lingkungan Kotor Salah satu alasan berhenti mekonvensional lainnya adalah masalah kebersihan. Tidak bisa dipungkiri kalau mekonvensional itu banyak meninggalkan residu berupa asap konvensional yang dapat membuat kotor, sekali pun Kamu sudah menggunakan asbak. Inilah yang menjadi masalah besar Gian Yudhantoro, seorang arsitek muda yang sempat kami wawancarai. Seperti diketahui, setiap aktivitas mekonvensional pasti akan menghasilkan abu dan puntung konvensional. Asbak menjadi kebutuhan utama setiap pekonvensional. Meski begitu, abu konvensional masih akan dapat tersebar dengan tak terkendali, misalnya ketika puntung terjatuh atau tertiup angin. Hal ini membuat lingkungan, rumah atau kamar Kamu menjadi kotor. Untuk Gian yang mengutamakan penampilan dan kebersihan rumahnya, hal ini bisa jadi momok. Saat beralih ke teknologi, Gian terbebas dari semua permasalahan itu. Teknologi tidak meninggalkan residu berupa puntung atau abu, karena sejatinya teknologi mengandalkan cairan yang diuapkan. Karena itu, penggunaan teknologi dapat jauh lebih bersih daripada ketika ia masih mekonvensional. 4. Merokok itu Butuh Waktu Ekstra Beralih ke vape bisa menjadi alternatif untuk berhenti mekonvensional Saat mekonvensional, siapapun pasti tidak akan rela untuk hanya menghabiskan setengah batang saja. Pilihannya hanya dua, yakni habiskan atau buang. Menyisakan konvensional setengah bukan cara elegan. Selain karena rasanya yang berubah, baunya akan sangat mengganggu. Ini akan menjadi alasan kuat bagi Kamu untuk berhenti mekonvensional. Rata-rata konvensional akan habis dalam waktu 7 sampai 10 menit. Ketika dalam kondisi dengan waktu yang mepet, misalnya jeda rapat, Faisal Rizki, seorang pengusaha travel biasanya tidak akan punya banyak waktu untuk menghabiskan sebatang konvensional. Tidak jarang, ia memaksakan diri untuk menghabiskan sebatang konvensional di jeda rapat dengan teknik “kereta api” yang ngebul terus tanpa henti. Nah, saat Faisal beralih ke teknologi, ia merasa lebih ‘bebas’ dalam mekonvensional. Perangkat teknologi bisa digunakan kapan saja Kamu mau dan bisa Kamu hentikan sesuka hati dalam waktu yang mendesak. Lakukan satu hingga tiga kali puffs sebelum ia meeting sangatlah cukup untuknya mengingat waktu yang mendesak. Tidak hanya itu, keunggulan lain adalah ia tidak harus menggunakan parfum karena bau asap yang menempel. Seperti yang sudah dijelaskan, uap dari vape tidak akan menimbulkan bau tidak sedap yang membuat ia “tidak enak” ketika harus berdekatan dengan orang lain, terutama saat bertemu klien. Nah, itu tadi beberapa alasan berhenti mekonvensional yang bisa menjadi inspirasi Kamu. Ketika sudah memantapkan alasannya, saatnya Kamu untuk menerapkan cara berhenti mekonvensional yang cocok untuk Kamu. Di sela percobaan itu, Kamu bisa beralih ke teknologi sebagai pengganti konvensional yang lebih bersih, hemat dan menawarkan banyak pengalaman penggunaan yang menarik untuk dicoba.

vape terbaik sejuta umat

Jangan lupa kunjungi instagram kami di ministryofvapeindonesia
untuk melihat update terutama edukasi mengenai dunia vape.
 
Tertarik dengan produk kami ?
kalian bisa cek produk kami SHOP dan pilihlah sesuai kebutuhan kalian, atau masih ragu dengan produk kami, kalian bisa tanya langsung ke Admin kami yang selalu siap menjawab semua pertanyaan kalian, agar kalian bisa mendapatkan pengalaman yang menarik saat menggunakan produk kami.
Sebagai informasi, apabila kalian memiliki kendala dalam produk kami, bisa langsung hubungi customer service kami Sandra.
 
#vapeindonesia #movi #aflopod #kuypod #podterbaik #liquidterenak #aflo.id #kuybymovi #quitsmoking #fb99plus #fb99+ #aflo #kuy #makelifebetter #afloinaja #yakaligakuy #nicsal99+ #nicsal99plus
Document
Mockup Voucher – Overlay Card
Badge

Keranjang Belanja

🔞

Verifikasi Usia

Anda harus berusia minimal 21 tahun untuk memasuki situs web ini. Silakan verifikasi usia Anda.